Remove Scripts

klik to billionaire

streptokinase


streptokinase adalah protein ekstraseluler bacteri yang diproduksi oleh beberapa galur strepto coccus haemolyticus grup C.

Kemampuan protein ini untuk memecah gumpalan darah dilaporkan pertama kali pada tahun 1993. Protein ini hanya terdiri dari satu rantai molekul dengan massa 48 kDa.[1] Cara kerja streptokinase dalam mengatasi penggumpalan darah adalah dengan berfungsi sebagai aktivator plasminogen dan protease serin.[1] Plasminogen merupakan suatu zimogen (calon enzim) yang akan menjadi enzim aktif (disebut plasmin) apabila diaktifkan oleh suatu molekul aktivator tertentu. Cara mengaktifkan plasminogen menjadi plasmin adalah dengan memotong ikatan peptida pada plasminogen.[1] Apabila plasmin telah aktif maka enzim plasmin tersebut dengan mendegradasi (menghancurkan protein pembeku atau penggumpal darah.[1] Streptokinase telah digunakan sebagai obat untuk mengatasi penyakit akibat pembekuan atau penggumpalan darah dalam tubuh, seperti infark miokardium.[2]

Read More 0 Comment

NADase

NADase as a target molecole of in vivo suppresion of the toxicity in the invasive M-1 group A streptococcal isolate.

abstract

NAD-glycohydrolase (NADase) secreted by M-1 group A streptococcal (GAS) isolates are suspected as one of the virulence factors to cause severe invasive disease including streptococcal toxic shock-like syndrome (STSS). M-1 GAS strains were divided into three groups based on NADase activity: high activity, low activity and no activity in our previous report.

Results

The representative high activity isolates taken from STSS patients showed higher virulence compared with isolates from the low activity group, when used to infect mice. The knockout mutant of the nga gene, which encodes NADase also showed reduced virulence in a mouse infection study. The cloned nga gene was able to significantly complement the lost virulence. In addition, the solution containing purified recombinant IFS, which is an inhibitor of NADase, partially rescued mice infected with S. pyogenes.

Conclusions

These results indicate that NADase is important for the virulence of S. pyogenes in vivo and is the potential target to suppress the virulence.

The electronic version of this article is the complete one and can be found online at: http://www.biomedcentral.com/1471-2180/10/144

Read More 0 Comment

HYALURONIDASE


streptococcus grup B (SBG) diketahui sebagai agen penyebab pneumonia, septikemia dan meningitis neonatal pada manusia dan hewan.
Hyaluronidase merupakan produk ekstraseluler dari SGB yang menentukan virulensinya. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktifitas hyaluronidase dari 10 isolat SGB yang diisolasi dari kasus komplikasi obstetri, serta memurnikan dan mengkarakterisasi hyaluronidase yang diisolasi dari SQB SV-14 pada substrat asam hialuronat. Aktifitas hyaluronidase pada substrat asam hialuronat diuji dsnpn metode yang mudah dan cepat, yaitu uji Plate Agar-Hyaluronidase. Pemurnian enzim ini krmudian dilakukan dengan metode presipitasi dengan amonium sulfat, dialisis dan kromatografi filtrasi gel. Hasil uji menunjukkan bahwa kesepuluh isolat SGB memperlihatkan aktivitas hialuronidase dalam substrat asam hialuronat, yang ditandai dengan adanya zona bening di sekitar pertumbuhan bakteri. Haail puriflkasi dan karakterisasi SGB SV-14 menunjukkan aktivitas spesifik hialuronidase sebesar 0.32 Uhng dengan konsentrasi protein sebesar 2.3 mglml. Enzim ini memiliki aktivitas optimum pada pH 6.4 dan pada suhu 37OC. Berat molekul enzim hialuronidase yang ditentukan dengan teknik sodium dodecyl sulfate-polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE) adalah sekitar 100 kDa. Hasil di atas mengindikasikan bahwa enzim hialuronidase SGB dapat memecah asam hialuronat jaringan ikat oehingga dapat berperan dalam proses invasi bakteri.

Read More 0 Comment

Ascaris lumbricoides


pernafasan :

adaptasi pernafasan dengan cara sistem enzim jelas terlihat pada nematoda ini.
siklus kreb telah terindentifikasi pada beberapa nematoda.

namun tetapi hal ini tidak terdapat pada Ascaris. Oksidasi cytochrome-cytochrome tidak terdapat pada Ascaris, meskipun terdapat sistem serupa. Respirasi Anaerobik karbohidrat melepaskan variasi produk akhir dan beberapa nematoda melepaskan komplex yang mengagumkan lima dan enam asam karbon yang sulit untuk dijelaskan. Penambahan oksigen pada lingkungan mengurangi output asam organic, pada beberapa nematoda, asam memiliki sedikit pengaruh pada yang lainnya, khususnya bentuk parasit seperti Ascaris. Pernafasan detail dari jenis ini dipengaruhi beberapa sistem lain. Dalam tidak terdapatnya siklus kreb atau substitusinya, nematoda tergantung pada pembebasan energi anaerobik. Hal ini cenderung menjadi tergantung pada karbohidrat dan untuk memfermentasikan mereka pada pola metabolik menyerupai fermentasi yang terlihat pada tanaman. Hal ini khususnya cenderung untuk glycogen biji dan sangat tergantung pada glycosis. Dan semua yang tersebut di atas, seperti yang didapat tetapi sebagian kecil dari ketersediaan energi dari makanannya, harus memproses sejumlah besar material, pengaruh ini kebiasaan dalam makan. Kelenturan metabolic yang dipelajari dalam beberapa bentuk telah memperlihatkan gambaran penyesuaian yang telah banyak dilakukan dengan sukses pada nematoda sebagai kelompok.


Habitat:

Ascaris lumbricoides adalah cacing gelang parasit pada usus manusia.


Pencernaan:

Sedikit, jika ada, pencernaan intracellular terjadi. Detail dari proses pencernaan tidak diketahui baik. Ungkapan Microvilli thickly permukaan dalam usus Ascaris, dan tonjolan secretory dapat terlihat pada phillum carnivorous, didiskusikan lebih jauh. Beberapa nematoda adalah tumbuhan parasit dan lainnya phytophagus. Proses makan pada Ascaris biasanya sangat cepat, dan material tertahan pada usus selama beberapa menit. Tidak mungkin pencernaan terjadi pada sistem pencernaan sendiri, dan terlihat jelas bahwa sejumlah besar makanan yang tidak tercerna tidak terserap. Makanan tersimpan dalam dinding usus.


Reproduksi:

Organ reproduksi pada jantan adalah gulungan single testis menyerupai benang, dari mana vas deferens memanjang ke saluran yang lebih lebar, seminal vesicle; ini diteruskan dengan pembuluh pendek muscular ejaculatory yang berlubang ke dalam cloaca. Pada betina terdapat sistem reproduksi berbentuk Y. Masing-masing cabang Y terdiri dari satu gulung ovary menyerupai benang yang bersambungan dengan saluran yang lebih besar, uterus. Uteri dari dua unit cabang ke saluran pendek muscular, vagina, yang berlubang ke bagian luar melalui genital aperture atau vulva. Fertilisasi terjadi pada uterus.


Peranan:

Ascaris pathogenic pada manusia. Ketika sejumlah besar larva melewati peradangan paru-paru dimulai dan penyamarataan pneumonia dihasilkan. Cacing dewasa mungkin terdapat pada usus sejumlah besar sebagai gangguan pada usus dan gejala gugup dapat terlihat sebagai hasil dari sekresi zat beracun oleh cacing. Untungnya beberapa obat tersedia untuk dengan mudah menghilangkan cacing; yang terbaik dari hal ini adalah piperazine citrate dan hexyl resorcinol. Ascaris pada dasarnya adalah penyakit pada anak-anak di Amerika Serikat, tetapi persentase yang tinggi dari orang-orang dewasa di beberapa negara lain dapat terinfeksi. Pelajaran di negara ini telah terlihat bahwa gangguan terutama sekali pada keluarga dimana anak-anak dibiarkan mengotori dengan tanah dekat rumah merera. Di bawah kondisi ini tanah banyak mengandung telur embryo yang menemukan jalan menuju ke mulut anak-anakmelalui tangan yang kotor. Infkesi dapat dicegah dengan mudah dengan menjalankan hidup sehat.

Read More 0 Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Simpatisan

Friendship

friendship part 2

Copyright © budayakan membaca.